Dunia perbankan tentu bukan lagi hal asing bagi kita terutama bagi yang bergelut dalam usaha bisnis. Melalui jasa yang diberikan oleh bank-bank tersebut, ini tentu mempermudah segala bentuk transaksi. Banyak sekali jenis-jenis perbankan yang ada di Indonesia. Dalam pasal 5 UU Nomor 7 tahun 1992 dijelaskan bahwa ada dua jenis perbankan, yakni :

1. Bank umum yang didefinisikan sebagai bank yang memberikan beragam jasa dalam berbagai transaksi keuangan.

2. Bank pengkreditan rakyat atau BPR yang didefinisikan sebagai bank yang dapat menerima simpanan berupa deposito berjangka, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang dan dalam bentuk simpanan lainnya.

– Jenis-jenis Perbankan berdasarkan fungsinya

Bank memiliki arti sebagai sebuah lembaga keuangan yang berwenang untuk melakukan transaksi finansial baik itu meminjamkan uang, menerima simpanan uang, serta menerbitkan promes atau banknote. Salah satu hal yang membedakan antara satu bank dengan bank lain adalah berdasarkan fungsinya. Jenis-jenis perbankan berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi :

1. Bank sentral atau Bank Indonesia

Jenis perbankan berdasarkan fungsinya yang pertama adalah bank Sentral. Bank sentral ini merupakan lembaga negara yang dalam melakukan setiap tugas dan wewenangnya bisa dilakukan secara independen tanpa campur tangan dari pihak manapun, termasuk pemerintah kecuali untuk hal-hal yang sudah diatur dalam UU.

2. Bank umum

Bank umum atau bank komersial masuk dalam jenis-jenis Perbankan berdasarkan fungsinya yang kedua. Dalam Peraturan Bank Indonesia No /7/PBJ/2007, bank didefinisikan sebagai sebuah lembaga yang melaksanakan segala kegiatan dan usaha secara konvensional atau yang berdasarkan prinsip syariah dalam setiap kegiatan yang dilakukan terutama dalam setiap transaksi perbankan. Bank umum memberikan jasanya secara umum. Maksudnya, bank tersebut mampu memberikan semua jasa perbankan yang ada.

 border=

3. Bank Perkreditan Rakyat

Bank Pengkreditan Rakyat atau BPR merupakan bank yang dalam melaksanakan setiap usahanya baik secara konvensional maupun syariah tidak memberikan jasa dalam setiap transaksi lalu lintas pembayaran. Aktivitas yang dilakukan oleh Bank Pengkreditan Rakyat ini bisa dibilang lebih sempit jika dibandingkan dengan kinerja dari Bank Umum.
Jenis-jenis perbankan berdasarkan statusnya.

Jenis-jenis perbankan selanjutnya dibedakan berdasarkan statusnya atau dari segi kemampuan bank dalam melayani nasabahnya. Ada dua jenis pengklasifikasian bank berdasarkan dari status maupun kedudukan dari bank itu sendiri.

1. Bank Devisa

Bank Devisa merupakan bank yang dapat melakukan segala macam transaksi yang berhubungan dengan mata uang atau valuta asing dan juga melakukan transaksi ke luar negeri, seperti melakukan inkaso ke luar negeri, transaksi transfer, pembukaan dan pembayaran kredit, traveller cheque, serta transaksi lainnya. Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah bank untuk menjadi bank devisa, persyaratan tersebut sudah ditentukan oleh Bank Indonesia.

2. Bank Non-Devisa

Jenis-jenis perbankan berdasarkan statusnya yang kedua adalah bank non-devisa. Dari namanya saja sudah jelas bahwa bank ini adalah kebalikan dari bank devisa. Bank jenis ini tidak memiliki otoritas apapun untuk melakukan segala kegiatan yang berhubungan dengan valuta asing, dan hanya melayani segala macam transaksi di dalam negeri saja.
Jenis-jenis Perbankan berdasarkan kepemilikannya.

Jenis-jenis perbankan jika dibedakan berdasarkan kepemilikannya dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu :

1. Bank Milik Pemerintah

Bank Milik Pemerintah merupakan sebuah lembaga keuangan yang saham, modal, dan juga akta pendiriannya dimiliki oleh pemerintah, sehingga secara tidak langsung semua hasil keuntungan yang diperoleh menjadi milik pemerintah. Bank Milik Pemerintah ini juga memiliki beberapa cabang baik di tingkat I maupun tingkat II untuk masing-masing provinsi. Terdapat pula bank milik pemerintah daerah baik itu di tingkat I maupun di tingkat II untuk setiap daerahnya.

2. Bank Milik Swasta Nasional

 border=

Bank Milik Swasta Nasional merupakan bank yang semua atau sebagian besar sahamnya dikuasai oleh pihak swasta yang dimiliki oleh warga negara Indonesia. Baik akta pendirian maupun keuntungan, semuanya dimiliki oleh dan untuk pihak swasta nasional yang bersangkutan.

3. Bank Milik Asing

Bank Milik Asing yang dimaksud adalah bank yang kepemilikannya dimiliki oleh orang asing baik milik pemerintah asing maupun milik swasta asing. Biasanya, bank asing yang ada di Indonesia hanyalah cabang dari bank yang pusatnya ada di luar negeri.

4. Bank Campuran

Bank Campuran termasuk jenis-jenis perbankan yang dibedakan dari segi kepemilikan. Bank jenis ini sahamnya dimiliki oleh pihak swasta nasional dan juga oleh pihak asing. Namun, secara mayoritas sahamnya dimiliki oleh pihak swasta nasional.

5. Bank Koperasi

Bank Koperasi merupakan salah satu bank yang semua saham-sahamnya dikelola dan dimiliki oleh badan hukum koperasi.
Jika ditinjau dari segi kepemilikan, maka jenis-jenis perbankan bisa dilihat dari siapa saja yang turut ikut campur dan mengambil andil besar dalam proses berdirinya sebuah bank. Selain itu, kepemilikan sebuah bank juga bisa dilihat dari akta pendirian dan atau surat penguasaan saham dari bank tersebut.

Jenis-Jenis Perbankan Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya

Terdapat dua macam jenis bank jika dilihat dari kaca mata kegiatan operasionalnya, yaitu :

1. Bank Konvensional

Bank konvensional merupakan sebuah bank yang sistem operasionalnya masih menerapkan metode bunga yang merupakan sistem operasi awal yang sudah diterapkan saat bank ini dibuka. Bank ini biasanya memperoleh keuntungan dari biaya potongan baik tabungan, simpanan giro, simpanan deposito, serta penyaluran dana yang dihimpun dalam cara mengeluarkan kredit, baik itu kredit modal kerja, kredit investasi, kredit konsumtif, kredit jangka pendek, maupun pelayanan jasa transaksi seperti pengiriman uang, inkaso, kliring dan lain-lain.

2. Bank Syariah

Bank Syariah merupakan bank yang cara kerjanya sesuai dengan prinsip-prinsip atau ketentuan-ketentuan syariah islam, terutama dalam tata cara bermuamalah. Bank jenis ini muncul pada awal tahun 1990 yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia tepatnya pada tanggal 18-20 Agustus 1990. Prinsip dasar yang dipergunakan dalam setiap transaksinya adalah keadilan, keefisiensian serta kebersamaan. Bank syariah masuk dalam jenis-jenis perbankan berdasarkan kegiatan operasionalnya karena kegiatan tersebut berbeda dengan bank konvensional begitu juga dalam hal pengambilan keuntungan.

Itulah informasi singkat mengenai berbagai macam bentuk dan model bank yang ada di Indonesia. Setelah mengetahuinya, sekarang saatnya Anda lebih cermat dan teliti sebelum memutuskan untuk membuka rekening pada salah satu bank.

Comments are closed.

^